Fungsi Direktori Yang Ada Pada Linux #2

Pada dasarnya salah satu operation system linux memiliki struktur direktori yang sama. Struktur direktori Linux sangat berbeda dengan direktori yang ada pada Windows ataupun MS-DOS. Setiap direktori memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Fungsi Direktori Yang Ada Pada Linux #2

11. /opt – Direktori Optional Packages

Direktori “/opt” berisi subdirectory dari program-program yang tidak mengikuti standar filesystem FHS. Program-program ini menyimpan file-filenya di direktori “/opt/nama_program”. Biasanya program-program ini adalah program komersil / berbayar.
 

12. /proc – Direktori Kernel dan Process

Direktori “/proc” adalah direktori virtual yang mirip dengan direktori “/dev”, karena berisi file-file yang mewakili hal lain. File-file di direktori “/proc” mewakili informasi dan proses kerja sistem. Ada banyak file yang bisa ditampilkan sebagai teks, beberapa membutuhkan penggunaan mode root. Contohnya file “cpuinfo” yang menampilkan informasi mengenai CPU. Untuk melihatnya dengan program less, eksekusi command “sudo less /proc/cpuinfo“.


13. /root – Direktori “Home” Root

Direktori “/root” adalah direktori “Home” untuk root / superuser. Walaupun adalah direktori “Home”, path nya bukan di “/home/root” melainkan di “/root”. Jangan lupa kalau direktori “/root” berbeda dengan direktori “/”.

 

14. /run – Direktori File Status Aplikasi

Direktori “/run” merupakan direktori yang baru dibuat. Direktori ini menjadi standar untuk penyimpanan file-file sementara (temporary) aplikasi yang dibutuhkan saat bekerja seperti sockets dan process ID. File-file ini tidak bisa disimpan di direktori “/tmp” karena file pada “/tmp” bisa terhapus.

15. /sbin – Direktori Program Sistem Administrasi

Direktori “/sbin” mirip dengan direktori “/bin”. Direktori ini berisi program-program yang hanya bisa dijalankan dalam mode root untuk kepentingan sistem administrasi.
 

16. /tmp – Direktori Temporary

Direktori “/tmp” adalah direktori tempat aplikasi menyimpan file-filenya secara sementara. File-file ini akan dihapus secara otomatis setiap kali sistem melakukan reboot. Dan juga bisa dihapus kapan saja oleh user.


17. /usr – Direktori User

Direktori “/usr” berisi aplikasi dan file yang digunakan oleh user (berbeda dengan aplikasi dan file yang digunakan oleh sistem). Contohnya aplikasi yang non–essential disimpan di direktori “/usr/bin”.  Program sistem administrasi yang non-essential disimpan di direktori “/usr/sbin”. Libraries untuk setiap user berada di direktori “/usr/lib”. Dan Ada beberapa subdirectory lainnya pada direktori “/usr”, seperti konfigurasi graphics seperti themes pada “/usr/share”.
 
Beberapa subdirectory “/usr/share” :
“/usr/share/X11” : Berisi file-file untuk support sistem “X Window“.
“/usr/share/dict” : Berisi file-file kamus untuk fungsi spelling checker. Gunakan program “look” dan “aspell“.
“/usr/share/doc” : Berisi file-file dokumentasi dalam berbagai format
“/usr/share/man” : Berisi file-file manual Linux

18. /usr/local – Direktori Aplikasi Lokal

Direktori ini dan subdirectory-nya digunakan untuk file-file aplikasi yang tidak termasuk dalam paket resmi aplikasi distro Linux yang digunakan (yang berada di direktori “/usr/bin”). Ketika kita ingin menginstall aplikasi, maka lebih baik menggunakan direktori “/usr/local/bin”.Lalu File source code Kernel Linux berada di direktori “/usr/src
 

19. /var – Direktori Variable Data Files

Direktori “/var” adalah direktori yang file-file didalamnya berubah / berganti saat sistem bekerja. Ada beberapa subdirectory di dalamnya, salah satunya “/var/log” yang berisi file-file log sistem. Ada baiknya secara berkala mengecek direktori ini untuk memeriksa kondisi sistem.
Oke itulah beberapa Direktori Linux yang harus kalian ketahui fungsi fungsinya,apalagi yang sudah sering memakai linux namun belum tau fungsi dari direktori yang ada bisa kalian pelajari